Oleh: kreshna | Juni 12, 2010

marah pun tak apa

Beberapa minggu lalu andy cole, salah satu legenda ManUtd, datang ke indonesia dgn kapasitasnya sbg duta besar ManUtd. Obrolan menarik dengan andy cole bisa dibaca di pandji. Atau sedikit petikan wawancaranya bisa di lihat di kompasbola dan duniasoccer.

Tp bukan tentang kedatangan andy cole yg ingin gw bahas di tulisan kali ini (walopun obrolannya di pandji.com bener2 bagus). Melainkan tentang profesionalisme dalam pekerjaan yg mengalahkan persoalan hati. Bukan hanya cerita dariĀ  andy cole, tapi juga ada sedikit cerita dari grup lawak legendaris warkop DKI dan juga duet presenter indy barends-farhan.

Kisah pertama dimulai dari andy cole. Kerjasama yg manis dgn teddy sheringham sbg duet penyerang di klub Manchester United dari tahun 1997-2001 ternyata meninggalkan cerita miris di belakangnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa keduanya tidak saling berbicara satu sama lain sejak tahun 1995 hingga saat ini. Bahkan ketika mereka bermain dalan 1 klub yg sama, manchester united, puasa komunikasi antar keduanya pun msh berlanjut. Tp jgn tanya dgn kontribusi keduanya di atas lapangan. Salah satu cerita sukses dari keduanya adalah ketika cole dan sheringham memberikan kontribusi besar utk pencapaian 3 piala dalam satu musim yg diraih MU.

Kisah serupa tp tak sama jg dialami oleh grup lawak legendaris negeri ini yaitu Warkop DKI. Salah dua personilnya yaitu Dono dan Kasino ternyata pernah saling puasa berbicara selama 3 tahun. Sebuah hal yg tidak pernah mereka tunjukkan ketika mereka diatas panggung menghibur para penikmatnya.

Perang dingin yg disebabkan oleh perbedaan prinsip keduanya ini berlangsung selama 3 tahun dan tanpa diketahui oleh para istri masing-masing personel. Perang dingin ini kemudian diakhiri dengan momen ketika ketiganya bertangis-tangisan di Sroto Sokaraja, Pasar Seni, Ancol, tempat nongkrong favorit mereka bertiga. Kisah menarik lainnya tentang warkop DKI bs di baca di sini

kisah yg terakhir berasal dari duet presenter televisi dan radio, indy barends dan farhan. Saat ini keduanya membawakan sebuah acara talkshow di salah satu stasiun televisi swasta. Keduanya menjadi dikenal masyarakat ketika bekerja sama menjadi penyiar radio HardRock FM tahun 2005.

Ada suatu cerita menarik ketika keduanya menjadi penyiar di radio tsb. Kejadian terjadi saat mereka berdua membahas sebuah permasalahan dalam siarannya. Sebuah permasalahan yg kemudian berujung pertengkaran antar keduanya di kala jeda iklan dari acara yg mereka bawakan.

Selanjutnya, saat siaran dimulai kembali, keduanya memutuskan utk duduk tidak saling berhadapan selama siaran tsb. Dan hebatnya farhan dan indy masih mampu menunjukkan chemistry antar keduanya, tanpa ada satu pun pendengar radio yg mengira bahwasanya kedua presenter kondang ini baru saja berantem beberapa saat lalu.


Tanggapan

  1. indi barenz kelihatan masih oke ya…heee….

    • wah baru di posting udah di komen hehehe.. makasih..
      iya, klo indy emg oke bgt, lepas dari ceriwis muncul di tv one..


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.