Bukanlah hal yg mengenakkan ketika rasa cinta yg telah tertanam tidak mampu diungkapkan. Apalg ketika mengetahui bahwa sang pujaan hati lebih memilih berlabuh di hati yg lain. Menusuk-nusuk rasanya. hahahaha.
Tp tenang aja, tulisan ini bukanlah mengenai curahan hati dr gw. Gw akan tetep fokus membicarakan mayoritas tentang film di blog ini. Sesuai judul diatas, ternyata rasa cinta yg terpendam bisa menjadi tema yg menarik utk diangkat. Dan beberapa film yg mengangkat tema ini ternyata mampu menjadi film yg layak utk dikenang sebagai salah satu film terbaik yg pernah ada.
film pertama yg gw bahas adalah lost in translation, film hasil karya sofia coppola dan berhasil memenangi best original screenplay di academy awards tahun 1994.
Menceritakan tentang 2 anak manusia yg terkekang oleh kesunyian di tengah hiruk pikuknya kota tokyo. Bill Murray memerankan lelaki paruh baya, Bob Harris, yg mencoba mencari peruntungan di negeri sakura tersebut. Setelah karirnya sendiri telah menurun di negeri asalnya. Di dalam kesepiannya, Bob Harris kemudian dipertemukan dgn wanita muda cantik, Charlotte, yg diperankan oleh Scarlett Johansson.
Pada awalnya Charlotte berada di kota tokyo utk menemani sang kekasih yg merupakan fotografer . Kesibukan dari sang kekasih inilah yg kemudian membuat charlotte merasa kesepian selama berada di hotel maupun ketika berjalan jalan mengelilingi kota tokyo. Hingga akhirnya charlotte bertemu dengan bob yg ternyata mengalami nasib yg sama dengannya.
Hebatnya film ini adalah ketika rasa kesepian hanya berjalan secara wajar-wajar saja. Tidak ada adegan2 panas yg sering dipergunakan film2 hollywood utk menanggulangi masalah kesepian yg teramat sangat. Bob dan charlotte hanya sekedar mengelilingi kepadatan kota tokyo dengan rasa kesepian di hati mereka.
Sungguh menyenangkan rasanya ketika di tempat antah berantah yg asing bagi kita, ternyata kita bs menemukan seseorang yg senasib dan mampu mengerti apa yg kita rasakan.
Dan dari perasaan yg senasib serta obrolan-obrolan yg sejalan, benih-benih cinta pun hadir. Menghiasi perjalanan mereka mengelilingi kota tokyo. Hanya sayangnya cinta ini pun tak sempat terucap hingga akhir filmnya. Cukup sebuah bisikan dr bob ke telinga charlotte selama beberapa detik tanpa teks (dan membuat penasaran banyak org selama beberapa tahun) yg kemudian menjadi scene paling berkesan dari film ini.
bisikan itu berbunyi “i love you. Don’t forget to always tell the truth“.
film ke 2 adalah once, film yg dipuji oleh begitu banyak penikmat film, salah satunya adalah steven spielberg. Dan inilah salah satu film terfavorit gw.
once bisa disebut sebagai film drama dengan balutan musik sederhana yg pas. Film musikal tanpa adanya adegan menari dan musik yg berlebihan serta hanya di bungkus dengan alunan musik sederhana yg istimewanya begitu menyatu dgn jalan cerita yg juga sederhana.
berawal dari pertemuan antara 2 insan manusia yg hanya dikenal dgn sebutan guy dan girl, film ini kemudian berlanjut dgn tujuan mereka utk menciptakan album promo bagi sang cowok. Proses menuju rekaman inilah yg berjalan begitu sederhana dibalut dgn cerita2 kehidupan guy dan girl yg begitu membumi.
Dalam salah satu tulisannya, GilaSinema menyebut once sbg film yg bersahaja karena kejujuran filmnya, kesederhanaan ceritanya dan rasa nyaman utk dinikmati. Tambahkan rasa kebersahajaan ceritanya dgn alunan musik sepanjang film yg juga menjadi kekuatan bg film ini. Tidaklah salah jika di kemudian hari film ini mendapatkan penghargaan sbg Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Song dalam academy awards tahun 2006 utk lagu yg berjudul “falling slowly”.
kembali ke jalan cerita, seiring berjalannya waktu hubungan antara sosok guy dan girl semakin erat. Terlihat keserasian diantara mereka, hingga menimbulkan pertanyaan “adakah cinta di antara mereka?”
Sebuah pertanyaan yg dijawab dgn cerdasnya melalui suatu adegan dan dialog diatas pegunungan
Guy : What’s the Czech for “Do you love him”?
Girl : Miluješ ho
Guy : So, Miluješ ho?
Girl : Miluju tebe (i love you)
Tanpa pernah tahu bagi the guy (dan mgkn jg penonton), bahwa sosok the girl mengucapkan “i love you” dalam bahasa ceko. Sebuah kata cinta yg tak pernah terucap jelas hingga akhir ceritanya. Hanya sebuah ending yg memberi senyum dan penuh makna.
Dan film terakhir yg bakal gw bahas adalah Before Sunset. Sebuah sekuel yg menurut gw lebih baik dari film pertamanya, Before Sunrise.
Bagi sebagian orang film ini dianggap membosankan karena obrolan yg terjadi sepanjang film. Tidak ada adegan khas genre comedy romantic versi hollywood disini. Keseluruhan isi sepanjang film hanyalah perbincangan mengenai kehidupan yg begitu membumi.
Nikmatilah obrolan sepanjang film antara Jesse (yg diperankan oleh Ethan Hawke) dan Celine (Julie Delpy). Obrolan tentang kehidupan yg terasa begitu dekat dgn lingkungan kita. Kegelisahan mengenai masa depan, pernikahan serta pengalaman hidup yg terasa begitu nyata. Apalg jika kamu juga memperhatikan gerak-gerik dari 2 karakter ini yg terasa begitu menggemaskan. Seperti ada sesuatu yg coba mereka sembunyikan.
Untuk menguatkan kesan nyata dalam jalan ceritanya, film ini banyak sekali menggunakan adegan satu take tanpa putus. Sebuah hal sulit yg mampu di eksekusi dgn sempurna dalam before sunset. Utk menambah referensi film ini, kamu jg dapat menyimak tulisan dari LabirinFilm dan CineTariz
Perlu waktu 9 tahun utk menciptakan sekuel dari before sunrise ini. Dan setting filmnya sendiri pun dibuat 9 tahun setelah perjumpaan pertama mereka dalam before sunrise. Hal ini dimaksud utk menambah kesan nyata bagi pendalaman karakter keduanya.
Tentunya 9 tahun bukanlah waktu yg sebentar bg perjalanan pendewasaan kedua tokohnya. Dari remaja yg bergelimang mimpi hingga menjadi pribadi yg mapan dan berani menatap hidup dgn segala lika-likunya.
Akhir kata, mungkin sedikit melenceng dari judul tulisan diatas. Gw cuman ingin menggambarkan bagaimana berharganya bertemu seseorang yg pada awalnya tidak kamu kenal, tp ternyata berjalannya waktu begitu mengerti apa yg kamu rasakan. Menjadi tidak penting suatu kata cinta utk diucapkan. Hanya rasa lah yg mampu menafsirkannya.
berikut sedikit petikan lirik dari lagu “falling slowly”
I don’t know you
But I want you
All the more for that




























eh serius itu bisikan bill murray? aku baru tahu neh? kok tahu? dari mana? hehe
Oleh: Eka Nugraha on November 14, 2010
at 12:11 pm
sory baru sempet bales eka. aku baca dr majalah cinemags yg edisi ke 100 gtu. hehehe
Oleh: kreshna on November 28, 2010
at 2:15 am